WeCreativez WhatsApp Support
Selamat Datang di Website Kami
Ada Yang Bisa CS kami Bantu
Beranda » Artikel

Artikel



Outbound

Outbound adalah kegiatan yang terdiri dari berbagai macam permainan. Untuk saat ini outbound adalah kegiatan yang dicari oleh banyak orang untk mengisi akhir pekannya atau rekreasi di akhir pekan mengisi waktu luang. Kegiatan outbound sendiri dilakukan diluar ruangan atau dihalaman luas yang suasananya menyatu dengan alam. Outbound bisa disebut sebagai hiburan,pariwisata,dan juga olahraga. Karena tanpa disadari sebenarnya outbound bukan hanya sekedar hiburan atau permainan,outbound itu menggunakan otot,melatih kecepatan,memacu keberanian,melatih kekuatan tangan dan masih banyak lainnya. Contoh-contoh permainan outbound adalah Escape From The Circle yaitu permainan meloloskan diri dari dalam lingkaran hanya dengan bantuan sebuah tali yang dikaitkan depohon,dimana lingkaran tersebut diibaratkan sebuah pulau yang akan segera terendam oleh lahar panas. Permainan ini sebenarnya untuk melatih seseorang untuk berfikir cepat,berstrategi,bekerjasama satu sama lain,tidak mudah menyerah,dan rela berkorban untuk kepentingan bersama. dan satu lagi contohnya adalah Rafting. Rafting adalah permainan mengarungi sungai dengan arus sungai yang cukup deras. Rafting lebih sering dianggap permainan,tapi sebenarnya rafting sudah tercatat sebagai salah satu cabang olahraga yang sudah mulai dipertandingkan. Permainan rafting ini melatih kerjasama satu sama lain,keberanian,konsentrasi,kecekatan,dan kekuatan tangan. Itu adalah dua contoh permainan dalam kegiatan outbound. Masih banyak lainnya seperti Two Line Bridge,Spider Web,Paintball,Radiasi,Fub Games,dan Rocket Power. Suasana permainan ini juga sebenanya untuk menimbulkan kedekatan satu sama lain (berinteraksi dan bersosialisasi) dan kebersamaan.

 

 

**

Mengenal Konsep KSA (Knowledge, Skill, Attitude) dalam Outbound Training

Mendesain sebuah pelatihan (training), terutama Outbound Training, tidak bisa tidak lepas dari konsep KSA (knowledge, skills, attitude) dan derivatif-nya. Alasan keharusan tersebut adalah karena konsep tersebut dapat diterapkan pada hampir semua bentuk sistem pendidikan. Dapat pula digunakan untuk analisa efektifitas sistem yang sudah berjalan atau untuk merancang sistem pendidikan sesuai kebutuhan.

KSA berasal dari taxonomy Bloom, taxonomy tersebut berusaha melakukan klasifikasi terhadap tingkatan perilaku penting dalam pembelajaran. Benjamin Bloom sendiri adalah kepala komite psikolog pendidikan yang merancang klasifikasi tersebut pada tahun 1956 pada sebuah sidang American Psychological Association (APA). Komite tersebut menghasilkan tiga area utama dalam aktivitas pendidikan, yaitu:

  • Cognitive: mental skills (Knowledge)
  • Psychomotor: manual or physical skills (Skills)
  • Affective: growth in feelings or emotional areas (Attitude)

Pada awalnya ketiga area tersebut bukan merupakan satu kesatuan karena komite tersebut lebih fokus pada area kognitif (knowledge) sampai kemudian mengembangkan enam tingkatan dalam ranah kognitif tersebut.

Cognitive Domain (Taxonomy Bloom)
Cognitive Domain (Taxonomy Bloom)

Penggunaan ketiga area tersebut secara holistik dilakukan oleh Meredith Crawford pada tahun 1962 dalam buku editan Robert Gagne yang berjudul Domains of Learning. Di bab sembilan yang berjudul Concepts of Training, disebutkan bahwa “the course objectives are dependent upon the accuracy of the determination of knowledge and skills. And as the training progresses, the learners form attitudes about:

  • The training program
  • The knowledge and skills they are expected to acquire
  • The parent organization”

Sebuah training atau proses pengembangan dalam bentuk apapun harus dapat meningkatkan pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skills) dan sikap (attitude) peserta sampai dengan derajat tertentu sesuai dengan desain-nya.

Knowledge adalah sebuah pemahaman teoritis maupun praktikal terhadap subyek tertentu. Berisikan kumpulan informasi dalam bentuk fakta, prosedur atau cara melakukan sesuatu, Knowledge dapat dibagi lagi menjadi tiga jenis, yaitu: declarative knowledge, sekedar menempatkan informasi dalam otak atau ingatan; procedural knowledge, mengetahui cara melakukan sesuatu; and problem solving, kemampuan pemecahan masalah berdasarkan dua jenis pengetahuan sebelumnya.

Skills adalah kecakapan atau keahlian untuk menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Kecakapan atau keahlian tersebut dapat dimulai dari pelatihan tertentu tetapi untuk dapat menguasai ketrampilan tertentu faktor paling utama adalah terus berlatih dan menambah pengalaman di bidang yang dibutuhkan.

Attitude adalah cara berpikir atau apa yang dirasakan terhadap suatu hal yang direfleksikan dalam bentuk perilaku. Apapun yang kita lakukan sebagai manusia dapat ditingkatkan atau dihambat oleh sikap kita sendiri.

Dalam perkembangan selanjutnya merubah sikap seseorang pada saat individu yang bersangkutan sudah berperilaku seperti yang diharapkan dianggap tidak layak dilakukan. Sehingga istilah ability digunakan pada KSA, meskipun perilaku benar yang ditampakkan saat ini tidak selalu dilakukan di masa depan. Miguel Quinones dan Addie Ehrenstein (1997) menggunakan istilah ability tersebut, disertai dengan pembeda antara tujuan instruksional (instructional objective) and hasil pembelajaran (learning outcomes). Abilities berangkat dari sudut pandang hasil kinerja peserta pelatihan sementara attitude berangkat dari sudut pandang strategis pelaksanaan pelatihan.

Sudahkan desain Outbound Training anda menyentuh ketiga aspek KSA ini?

(Diaz P. Marsam)

Penulis seorang Sarjana Psikologi dari salah satu universitas swasta ternama di Surabaya, yang berprofesi sebagai Personal Financial Consultant dan memiliki minat yang besar dalam bidang pengembangan SDM. Dalam beberapa kesempatan turut serta menjadi tim fasilitator SPOT-Specialist Outbound Training, serta salah satu tim penulis dan kontributor di GROWTHIA.NET.

>>Artikel Dunia Outbound : Outbound Training Dan Manfaatnya

Saat ini banyak sekali perusahaan yang tidak segan – segan mengeluarkan dana ekstra besar untuk mengirim karyawannya untuk mengikuti pelatihan Outbound Training, yang lokasinya bisa saja di tempat – tempat terpencil. Seperti di pulau – pulau atau didaerah pegunungan. Sambil berekreasi, peserta outbound training juga belajar bersama, namun jangan dibayangkan pembelajaran dalam suasana belajar yang formal, dengan sederatan kursi dan pengajar yang berceloteh didepan kelas.

Namun sebaliknya, dalam dunia outbound, proses pembelajaran dilakukan dengan metode yang sangat mengasyikkan, lokasinya biasanya lebih banyak berada diluar ruangan atau outdoor. Tidak mengherankan jika metode yang dilakukan lebih banyak bersifat petualangan, experiental melalui permainan -permainan simulasi. Bahkan sering kali, ada peserta yang tidak sadar bahwa mereka sedang “belajar”. Kegiatan seperti ini punya banyak nama, ada yang menyebutnya outing, adventure education, team building challenge, character building, training outbound dan lain – lain.

Sekilas, outbound memang tampak seperti kegiatan biasa – biasa saja, santai dan menyenangkan. Bagaimana tidak?, selama kegiatan peserta terlihat lebih banyak beraktifitas dan bergelut dalam simulasi – simulasi yang menantang dan dilakukan dalam suasana yang menyenangkan. Namun demikian, jangan diremehkan kegiatan yang satu ini, ada segudang manfaat yang dapat dipetik dari kegiatan outbound seperti ini.

Salah satu manfaat yang paling terasa adalah, lewat kegiatan ini akan terbentuk jalinan emosi yang semakin erat antara peserta yang nota bene adalah karyawan sebuah perusahaan. Hampir semua kegiatan outbound dilakuakn secara berkelompok, baik kelompok kecil maupun kelompok besar. Dan diakhir kegiatan, untuk menyelesaikan tantangan terakhir, semua personal harus bekerja sama, setiap kelompok harus bersatu, dibutuhkan kerja sama tim, ” Together Everyone Achieves More ” = TEAM.

Dengan terciptanya semangat bekerja sama dan perasaan senasib sepenanggungan, maka solidaritas akan timbul dengan sendirinya. Hebatnya lagi, kegiatan outbound juga bisa menghilangkan gap yang biasanya sering terjadi antara karyawan lama dan karyawan baru. Karena, jika level senior dan junior berada dalam satu tim yang sama, mau tidak mau, suka tidak suka, mereka harus melakukan kegiatan bersama – sama. Yang mungkin tadi dikantor hanya tahu nama, setelah mengikuti kegiatan outbound, mereka akan menjadi lebih akrab.

Beragam tingkat kesulitan dalam permainan juga dapat membangun sikap pantang menyerah dan menumbuhkan sikap percaya diri ( self confidenece ) dalam diri peserta, terutama saat mereka selesai melakukan aktifitas dengan sempurna.

Manfaat lainnya, dalam kegiatan dunia outbound, peserta akan terasah kemampuan sosialisasinya. Pada saat bergabung dalam sebuah team, peserta akan bergabung dengan bekerja sama dengan orang yang mungkin mempunyai kepribadian yang berbeda dengan dirinya. Kondisi tersebut akan membuat peserta lebih menghargai setiap perbedaan yang berada disekitarnya.

 

 

TEAM ( Team Work, Excellence, Achieving dan Moving Forward )

Untuk mendapatkan inspirasi dan motivasi yang bisa menumbuhkan rasa percaya diri kita pada kehidupan tidak hanya dengan mendengarkan seminar seorang motivator yang terkenal, banyak cara yang lainnya. Contohnya seperti kalimat diatas adalah syair sebuah lagu yang saat ini lagi tren dikalangan anak-anak muda, kalau kita amati syair lagu diatas mengandung kalimat motivasi yang mampu mengisnpirasi bagi orang yang mendengarkan lagu tersebut.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa masih banyak cara atau ide-ide yang perlu dilakukan agar bisa menjadi kuat, hebat dan tak terkalahkan, salah satunya adalah bekerja bersama-sama secara TEAM. Yang menjadi pertanyaan adalah mampukah hal ini di lakukan secara maksimal? dengan harapan bisa menjadikan usaha atau bisnis tetap unggul di saat persaingan bisnis semakin ketat, konsumen yang semakin kritis dan pasar global semakin menggila.

Apakah yang dimaksud  TEAM itu?

Sobat, disini kita akan membahas dan mencoba untuk menelaah atau mengartikan kepanjangan dari kata-kata TEAM, kata TEAM merupakan singkatan dari Team Work, Excellence, Achieving dan Moving Forward.Mari kita bersama-sama mencoba untuk menerjemahkan arti kata-kata tersebut kedalaman Bahasa Indonesia, yang mana kata-kata tersebut diatas bisa diartikan sebagai berikut :

Team Work

Team work bisa diartikan kerja tim atau kerjasama, team work atau kerja sama tim merupakan bentuk kerja kelompok dengan keterampilan yang saling melengkapi serta berkomitmen untuk mencapai target yang sudah disepakati sebelumnya untuk mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien. Harus disadari bahwa teamwork merupakan peleburan berbagai pribadi yang menjadi satu pribadi untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan tersebut bukanlah tujuan pribadi, bukan tujuan ketua tim, bukan pula tujuan dari pribadi yang paling populer di tim.

Dalam sebuah tim yang dibutuhkan adalah kemauan untuk saling bergandeng-tangan menyelesaikan pekerjaan. Bisa jadi satu orang tidak menyelesaikan pekerjaan atau tidak ahli dalam pekerjaan A, namun dapat dikerjakan oleh anggota tim lainnya. Inilah yang dimaksudkan dengan kerja tim, beban dibagi untuk satu tujuan bersama.

Saling mengerti dan mendukung satu sama lain merupakan kunci kesuksesan dari teamwork. Jangan pernah mengabaikan pengertian dan dukungan ini. Meskipun terjadi perselisihan antar pribadi, namun dalam tim harus segera menyingkirkannya terlebih dahulu. Bila tidak kehidupan dalam tim jelas akan terganggu, bahkan dalam satu tim bisa jadi berasal dari latar belakang divisi yang berbeda yang terkadang menyimpan pula perselisihan. Makanya sangat penting untuk menyadari bahwa kebersamaan sebagai anggota tim di atas segalanya.

Sementara untuk membentuk dan membangun team work yang solid, tentu tidak semudah kita membalikan telapak tangan, team work yang solid akan menciptakan hasil yang maksimal dalam suatu tim tersebut. Ada beberapa poin-poin penting yang harus diketahui atau perlu di mengerti demi kebersamaan dalam sebuah team work yang baik, adapun poin-poin tersebut adalah sebagai berikut :

1.Teamwork adalah kerjasama dalam tim yang biasanya dibentuk dari beragam divisi dan kepentingan.

  1. Sama-sama bekerja bukanlah teamwork, itu adalah kerja individual.

    3.  Filosofi teamwork: ‘Saya mengerjakan apa yang anda tidak bisa dan anda mengerjakan apa yang saya tidak bisa’.

    4.      Ketika berada dalam teamwork, segala ego pribadi, sektoral, deparment harus disingkirkan.

    5.      Dalam teamwork yang dikejar untuk dicapai adalah target bersama, bukan individual.

    6.      Keragaman individu dalam teamwork memang sebuah nilai plus namun bisa menjadi minus jika tidak ada saling pengertian.

    7.      Saling pengertian terhadap karakter masing-masing anggota team akan menjadi modal sukses bersama.

    8.      Jika setiap orang bekerjasama via bidang masing-masing, target korporasi pasti akan segera terealisasi.

    9.      Individu yang egois mengejar target pribadi akan menghambat keberhasilan team. Bayangkan jika si A mengejar target A & si B mengejar target B, lalu target bersama bermuara kemana?

    10.  Keahlian masing-masing sungguh menjadi anugerah dalam teamwork yang akan mempercepat proses pencapaian target.

    11.  Kendalikan ego dan emosi saat bersama agar pergesekan tidak berujung pada pemutusan kerjasama.

    12.  Dengan pemahaman yang tinggi soal karakter individu dalam team, realisasi target tidak perlu waktu yang lama.

    13.  Ingatlah selalu bahwa: ‘Teamwork makes the dream work’.

Sobat, teamwork yang solid akan mampu memberikan hasil yang maksimal, tentu karena kerja keras tim yang didukung oleh superman-superman sebagai anggota tim sehingga bisa menghasilkan pemikiran-pemikiran yang hebat, ide-ide yang super, bisa memberikan hasil yang maksimal dan luar biasa dalam superteam tersebut. Sekiranya seperti itulah pengertian tentang teamwork yang selama ini sering kita dengarkan dan sering kita bicarakan baik dalam lingkup lingkungan kerja dan dalam lingkup saat kita bermasyarakat.

Excellence

Excellence bisa diartikan prima, unggul atau keunggulan yang dapat diartikan sebagai hasil atau output dari proses yang sistematik dan sah atau legal untuk mendapatkan dan menganalisa informasi mengenai pesaing bisnis yang telah ada dan potensial. Outputnya mungkin terdiri atas rencana atau pemikiran yang saat ini dilakukan pesaing, fokus mereka, kegiatan atau program yang sedang dijalankan. Keunggulan juga mungkin terdiri atas penilaian akan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki pesaing serta identifikasi peluang serta hambatan secara keseluruhan yang dibutuhkan perusahaan untuk membuat keputusan yang baik.

Dalam lingkungan yang kompetitif, ketahanan keunggulan bergantung pada kesehatan bisnis yang sehat dan memiliki keunggulan yang kompetitif. Ramuan penting dari keunggulan yang kompetitif adalah pengetahuan akan peluang dan ancaman yang dimiliki pesaing, serta tidak kalah penting adalah pengetahuan akan kekuatan dan kelemahan relatif yang dimiliki pesaing terhadap bisnis kita.

Keunggulan yang kompetitif adalah kemampuan untuk memformulasi strategi pencapaian peluang profit melalui maksimisasi penerimaan dari investasi yang dilakukan. Sekurang-kurangnya ada dua prinsip pokok untuk meraih keunggulan yang kompetitif yaitu adanya nilai pandang pelanggan dan keunikan produk. Jadi ada berbagai macam definisi keunggulan yang kompetitif jika di lihat dari lingkunganya itu sendiri. Jika didefinisikan secara umum keunggulan kompetitif adalah suatu keunggulan atau juga bisa di sebut sebagai potensial yang menunjang suatu unsur yang begitu kompleks.

Peningkatan keunggulan dan peningkatan service harus dilakukan secara terus menerus dan selalu diasah agar pelayanan terhadap pelanggan pun meningkat dari waktu ke waktu. Peran karyawan dalam suatu perusahaan menentukan kelangsungan perusahaan itu sendiri. Apabila mutu pelayanan meningkat, dampak pada perusahaan secara menyeluruh akan dapat dirasakan pula oleh para karyawannya.

Akhir-akhir ini kita sering mendengar kata atau istilah ‘Service Excellence’, kemudian ada juga yang sekarang ini muncul Service Excellence Awardyang baru saja kita raih. Hal ini diharapkan mampu mendorong perusahaan-perusahaan swasta maupun non swasta saling berlomba-lomba untuk memberikan sebuah Service Excellencedan pelayanan yang terbaik kepada konsumennya.

Achieving

Achieving bisa di artikan capai atau mencapai target, yang bisa diartikan keinginan atau tekad untuk bekerja dengan lebih baik atau melampaui standart prestasi atau target, standart tersebut bisa berupa prestasi diri sendiri dimasa lampau, ukuran yang obyektif yang melebihi orang lain, sasaran yang menantang atau sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh orang lain. Hal ini bisa menjadi dorongan untuk bertindak lebih baik dan efisien.

Orang yang tidak berprestasi atau orang yang tidak mempunyai standart prestasi dalam bekerja adalah orang yang tidak menunjukan perhatian khusus terhadap pekerjaannya, hanya melakukan apa yang di butuhkan dan hasilnya tidak memenuhi standart kinerja yang baik. Adapun orang yang berprestasi akan selalu memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Bekerja dengan baik untuk mencapai suatu target

  • Mencoba bekerja dengan baik atau benar.

    ·         Mengekspresikan keinginan untuk bekerja dengan lebih baik.

    ·         Merasa tidak puas bila melihat ketidakefisienan di tempat kerja (misalnya mengeluh karena waktu yang terbuang) tapi tidak melakukan tindakan perbaikan yang spesifik.

  1. Mencapai standar prestasi yang ditentukan

  • Memenuhi standar prestasi atau target yang ditetapkan olehmanajemen.

    ·         Bekerja keras untuk memenuhi persyaratan yang ditentukan (kualitas maupun waktu).

    ·         Membuat ‘milestone’ (target perantara), jadwal dan tenggat waktu untuk setiap tugas.

  1. Meningkatkan kinerja

  • Memperbaiki sistem atau metode kerja untuk meningkatkan kinerja.

    ·         Bekerja dengan lebih efisien, lebih cepat, dengan biaya lebih rendah.

    ·         Meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

  1. Menentapkan dan mencapai sasaran yang menantang

  • Menetapkan sasaran yang menantang dalam arti sasaran yang cukup sulit untuk dicapai namun realistis.

    ·         Merealisasikan ide-ide baru yang belum pernah dicoba.

    ·         Membuat target untuk diri sendiri yang melebihi target yang diberikan oleh perusahaan yang mengharuskan untuk bekerja lebih keras tetapi masih dalam batas yang realistis.

  1. Membuat analisis cost-benefit

  • Membuat keputusan dan menetapkan prioritas atau memilih sasaran berdasarkan perhitungan input dan output.

    ·         Memikirkan tentang resiko dan keuntungan yang ditimbulkan dari suatu tindakan.

    ·         Menganalisa hasil kerja baik dari segi finansial maupun non finansial.

    ·         Melakukan studi atau analisa kelayakan.

  1. Mengambil resiko yang diperhitungkan

  • Membuat komitmen dalam menyediakan sumber daya dan waktu yang signifikan (dalam situasi yang tidak pasti) untuk meningkatkan keuntungan.

    ·         Mencoba membuat produk baru seraya mengambil tindakan untuk meminimalkan resiko, misalnya melakukan riset pasar.

 

 

“Artikel Outbound” Tips untuk Sukses di Kehidupan

“Artikel Outbound” Tips untuk Sukses di Kehidupan
Anda dapat membuat hidup Anda lebih bahagia. Ini adalah masalah pilihan.

Ini adalah sikap Anda yang membuat Anda merasa senang atau tidak senang.

“Artikel Outbound” Kami bertemu berbagai situasi setiap hari, dan beberapa dari mereka mungkin tidak memberikan kontribusi untuk kebahagiaan. Namun, kita dapat memilih untuk terus berpikir tentang peristiwa bahagia, dan kita dapat memilih untuk menolak untuk berpikir tentang mereka, dan sebagai gantinya, memikirkan dan menikmati saat-saat bahagia.

Semua dari kita pergi melalui berbagai situasi dan keadaan, tapi kami tidak harus membiarkan mereka mempengaruhi reaksi dan perasaan kita.

“Artikel Outbound” Jika kita membiarkan kejadian luar mempengaruhi suasana hati kita, kita menjadi budak mereka. Kita kehilangan kebebasan kita. Kita membiarkan kebahagiaan kita ditentukan oleh kekuatan luar. Di sisi lain, kita dapat membebaskan diri dari pengaruh luar. Kita bisa memilih untuk bahagia, dan kita dapat melakukan banyak hal untuk menambah keceriaan dalam hidup kita.

Apa itu kebahagiaan?

“Artikel Outbound” Ini adalah perasaan damai dan kepuasan batin. Hal ini biasanya dialami, jika tidak ada kekhawatiran, ketakutan atau terobsesi pikiran. Hal ini biasanya terjadi, ketika kita melakukan sesuatu yang kita sukai, atau ketika kita mendapatkan, menang, keuntungan, atau mencapai sesuatu yang kita nilai. Tampaknya menjadi hasil dari peristiwa yang positif, tapi itu benar-benar berasal dari dalam, dipicu oleh peristiwa eksternal.

“Artikel Outbound” Bagi kebanyakan orang, kebahagiaan tampaknya sekejap dan sementara, karena mereka mengijinkan keadaan eksternal untuk mempengaruhi itu. Salah satu cara terbaik untuk menjaga hal itu, adalah dengan mendapatkan ketenangan batin melalui meditasi setiap hari. Sebagai pikiran menjadi lebih damai, menjadi lebih mudah untuk memilih kebiasaan kebahagiaan.
Tips untuk Kebahagiaan di Kehidupan Sehari-hari:

1) Berupaya untuk mengubah cara Anda melihat hal-hal. Selalu melihat sisi terang. pikiran mungkin menyeret Anda untuk berpikir tentang negatif dan kesulitan. Jangan biarkan. Lihatlah sisi baik dan positif dari setiap situasi.

2) Pikirkan tentang solusi, bukan tentang masalah.

3) Dengarkan santai, musik semangat.

4) Perhatikan komedi lucu yang membuat Anda tertawa.

5) Setiap hari, mencurahkan waktu untuk membaca beberapa halaman dari buku atau artikel.

6) Perhatikan pikiran Anda. Setiap kali Anda mendapati diri Anda berpikir pikiran negatif, mulai memikirkan hal-hal yang menyenangkan.

7) Selalu melihat apa yang telah Anda lakukan dan bukan pada apa yang belum.

Kadang-kadang, Anda memulai hari dengan keinginan untuk mencapai beberapa tujuan. Pada akhir hari, Anda mungkin merasa frustrasi dan tidak bahagia, karena Anda belum mampu melakukan semua hal.

Lihatlah apa yang telah Anda lakukan, bukan pada apa yang belum bisa dilakukan. Seringkali, bahkan jika Anda telah mencapai banyak di siang hari, Anda membiarkan diri Anda merasa frustrasi, karena beberapa tugas kecil Anda tidak capai.

Kadang-kadang, Anda menghabiskan sepanjang hari berhasil melaksanakan banyak rencana, tapi bukannya merasa senang dan puas, Anda melihat apa yang tidak dicapai dan merasa tidak bahagia. Tidak adil terhadap diri sendiri.

8) Setiap hari melakukan sesuatu yang baik untuk diri sendiri. Hal ini dapat sesuatu yang kecil, membeli seperti buku, makan sesuatu yang Anda sukai, menonton acara favorit Anda di TV, pergi ke bioskop, atau hanya memiliki berjalan-jalan di pantai.

9) Setiap hari melakukan setidaknya satu tindakan untuk membuat orang lain Sukses.

Ini bisa menjadi kata yang baik, membantu rekan-rekan Anda, berhenti mobil Anda di perempatan untuk membiarkan orang menyeberang, memberikan kursi Anda di bus ke orang lain, atau memberikan hadiah kecil untuk seseorang yang Anda cintai. Kemungkinannya tak terbatas.

Ketika Anda membuat seseorang bahagia, Anda menjadi bahagia, dan kemudian orang mencoba untuk membuat Anda bahagia.

10) Selalu berharap kesuksesan.

11) Jangan iri orang-orang yang Sukses. Sebaliknya, senang untuk kebahagiaan mereka.

12) Bergaul dengan orang-orang Sukses , ketika hal-hal tidak berjalan seperti yang dimaksudkan dan diinginkan. Detasemen akan membantu Anda tetap tenang dan mengendalikan suasana hati Anda dan reaksi. Densus tidak ketidakpedulian. Ini adalah penerimaan yang baik dan yang buruk dan tetap seimbang. Densus memiliki banyak hubungannya dengan kedamaian batin, dan ketenangan batin adalah konduktif untuk kebahagiaan.

14) Senyum lebih sering.

 

>>

TUJUAN TEAM BUILDING / OUTBOUND TRAINING

Ptangan1ekerjaan yang secara rutin dijalani oleh umumnya pegawai atau karyawan rata-rata memakan hampir 40% waktu yang tersedia sehari-hari. Jika ini terus-menerus dijalankan dengan obyek pekerjaan yang cenderung monoton ataupun yang terlalu banyak, tidak menutup kemungkinan para pegawai atau karyawan mengalami kejenuhan yang berakibat pada menurunnya kinerja/ethos kerja.

Ethos kerja yang mulai menurun tentunya akan mengurangi produktivitas kerja dan ini tentu saja merupakan kondisi yang harus dihindari. Sebab jika tidak, banyak pekerjaan akan menurun kuantitas serta kualitasnya, banyak agenda akan tertunda, dan target-target menjadi sulit tercapai. Performa organisasi menjadi tidak baik lagi.

TIPS MEMBANGUN TEAM  BUILDING YANG KUAT :

Tujuan dari mengadakan Team Building, antara lain:

  1. Membangun pribadi yang positif, tangguh, proaktif,  kreatif, dan  percaya diri.
  2. Membangun tim yang solid dan efektif.
  3. Membangun komunikasi efektif, strategi yang baik, kecepatan dan ketepatan serta kekompakan tim sehingga tercipta kebiasaan positif
  4. Me-recharge motivasi
  5. Memiliki sikap besar hati dalam memberi dan menerima masukan atau kritik dari semua rekan atas kekurangan dan kelemahan diri, serta memotivasi diri bertekad untuk memperbaiki.

Bentuk kegiatan Team building dapat dikemas, sbb:

  1. Survival Games/Training
  2. Paint Ball
  3. Diving
  4. rafting
  5. Treasure Hunt, Amazing Race, Fun Games, Competition Games
  6. Flying Fox
  7. Camping

Outbound Event Organizer Inspirasi Persada menawarkan berbagai program outbound activity untuk perusahaan. Mulai dari Outbound Training, Fun Games, Motivation, Corporate Team Building hingga Company Gathering / Family Gathering yang semuanya dapat diprogram dan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Dalam sebuah organisasi diperlukan adanya team building yang kuat. Team building yang nantinya terbentuk dalam karakter team work yang merupakan pelaksana dari segala proses dalam mencapai sebuah target atau tujuan perusahaan atau organisasi. Dengan kata lain team building adalah pondasi yang membentuk team work. Solid atau tidaknya sebuah team work akan sangat tergantung dari team building yang ada. Beberapa tips berikut ini adalah cara untuk membangun team building yang kuat :

• Target yang jelas

Pemimpin harus bisa menyampaikan gambaran target yang ingin dicapai kepada teamnya. Sampaikan pula cara kerja dan jangka waktu yang akan digunakan. Team juga harus mengerti tujuan dibentuknya team tersebut dan apa saja harapan organisasi atau perusahaan kepada hasil kerja mereka.

• Komitmen

Pastikan bahwa setiap individu dalam team berkomitmen dengan pekerjaan mereka. Pimpinan harus menanamkan pikiran bahwa setiap individu dalam team mempunyai peran penting sehingga mereka bersemangat dan tertantang untuk menjalankan misi dan mencapai target yang telah ditentukan.

• Kompetensi

Dalam sebuah team work diperlukan individu-individu yang memiliki skill yang berbeda namun saling melengkapi. Selain itu untuk membangun team building perlu adanya penempatan posisi pekerjaan yang sesuai dengan keahlian anggota team.

• Kontrol

Dalam membangun team building harus ada kontrol antara pimpinan dan anggota team tersebut. Pimpinan hendaknya memberi batasan yang jelas kepada anggota team dalam melaksanakan pekerjaan dan begitu pula anggota team dapat memberikan saran atau meminta kewenangan tertentu untuk menyelasaikan pekerjaan mereka.

 

PENGERTIAN WORKSHOP 

Dalam kehidupan sehari-hari tak akan terlepas dari masalah, baik itu masalah kecil maupun besar. Masalah bukan untuk dihindari, melainkan harus dihadapi. Masalah ini datang ketika kita melakukan suatu kegiatan dengan hasil yang tidak diharapkan. Permasalahan akan cepat selesai apabila jalan keluar bisa dengan mudah ditemukan. Adapun salah satu cara untuk mencari jalan keluar ialah mengadakan workshop. Meski sudah tak asing lagi dengan workshop, nyatanya masih banyak orang yang belum mengetahui pengertian workshop secara lebih mendalam.

Definisi Workshop

Pada dasarnya, kata workshop didapat dari kata “work” yang memiliki arti “kerja” dan kata “shop” yang berarti “toko”. Dengan melihat kata dasarnya, istilah workshop bisa artikan sebagai tempat berkumpulnya pelaku aktivitas yang mempunyai kaitan satu sama lain. Pelaku aktivitas tersebut berinteraksi dengan mengemukakan gagasan yang memiliki tujuan untuk bisa menyelesaikan suatu permasalahan. Istilah workshop ini juga bisa diartikan sebagai tempat berkumpulnya orang-orang yang mempunyai latarbelakang sama yang melakukan diskusi mengenai permasalahan yang tengah dihadapi atau sekedar memberikan pendapat mengenai permasalahan tersebut.

Banyak juga yang mengartikan workshop sebagai suatu kegiatan yang di dalamnya terdapat orang-orang yang mempunyai keahlian tertentu. Kemudian berkumpul serta membahas permasalahan tertentu. Orang-orang tersebut memberikan pengajaran ataupun pelatihan kepada para peserta yang hadir. Dengan kata lain, istilah workshop merupakan memberikan pengajaran ataupun pelatihan kepada peserta tentang teori maupun praktek dalam suatu bidang. Bisa juga diartikan, workshop merupakan pelatihan untuk peserta yang bekerja, baik secara perseorangan ataupun kelompok untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan pekerjaan ataupun tugas yang sebenarnya memiliki tujuan untuk mendapatkan pengalaman.

Jenis Workshop

Workshop itu sendiri terdiri dari beberapa jenis. Jenis workshop dibedakan berdasarkan lembaga atau organisasi, waktu, dan sifat. Berikut ulasan lengkapnya.

Workshop Berdasarkan Lembaga atau Organisasi

Jenis workshop yang berdasarkan lembaga atau organisasi misalnya lembaga pendidikan. Workshop di dunia pendidikan membahas mengenai permasalahan yang selalu terjadi dalam pendidikan. Workshop diadakan untuk menyelesaikan persoalan yang muncul tersebut. Dengan begitu, workshop ini tergantung pada lembaga atau organisasi yang mengadakannya.

Workshop Berdasarkan Waktu

Selain berdasarkan lembaga atau organisasi, jenis workshop juga dibedakan berdasarkan waktu. Jika dilihat berdasarkan waktunya, jenis workshop ada 2. Jenis workshop yang pertama ialah workshop beruntun. Jenis workshop beruntun ini ialah suatu workshop yang dilakukan pada waktu tertentu. Workshop ini diadakan secara terus menerus. Pada umumnya, jenis workshop ini dilakukan dalam waktu tiga hari secara terus menerus. Sementara untuk jenis workshop yang kedua ialah workshop berkala. Jenis workshop berkala ialah workshop yang hanya dilakukan di jangka waktu mingguan atau bahkan bulanan.

Workshop Berdasarkan Sifat

Jenis workshop juga dibedakan berdasarkan sifatnya. Jenis workshop yang pertama ialah workshop mengikat. Workshop ini adalah workshop yang hasilnya bisa mengikat tiap peserta yang hadir di dalamnya. Adapun contoh jenis workshop ini ialah standarisasi ISO. Sedangkan untuk jenis workshop yang kedua ialah workshop tidak mengikat. Workshop yang satu ini berarti workshop yang hasilnya tidak bisa mengikat tiap peserta yang datang di dalamnya. Apapun hasil yang diperoleh dari workhop tersebut tidak diharuskan untuk diikuti. Adapun contohnya ialah workshop mengenai zat kimia yang berasal dari asap kendaraan.

Dengan mengetahui pengertian workshop dan jenis-jenisnya, anda bisa lebih mengenal apa itu workshop secara mendalam. Anda pun bisa lebih mudah menyelesaikan semua masalah anda dengan workshop.

 

CAPACITY BUILDING DAN STRATEGI

Pola Kerja Pengembangan Kapasitas

Peristilahan capacity building sesungguhnya berkembang mulai dari fase 1950-an dan 1960-an yang dimaksudkan untuk menyebut proses pengembangan masyarakat yang berfokus pada peningkatan kapasitas penguasaan teknologi di daerah pedesaan. Pada 1970-an, laporan-laporan badan organisasi PBB menekankan pentingnya pembangunan kapasitas untuk keterampilan teknis di daerah pedesaan, dan juga di sektor administrasi negara berkembang. Pusatnya, pada 1990-an, UNDP menjadikan gerakan capacity building sebagai konsep pembangunan untuk meningkatkan kapasitas pemberdayaan dan partisipasi keseluruhan unit organisasi.

Dengan demikian, pola kerja pengembangan kapasitas sangat menekankan adanya keterlibatan keseluruhan komponen organisasi secara kesederajatan dan adanya dialog terbuka untuk bersepakat mencapai tujuan sasaran organisasi. Sebuah proses kapasitas yang efektif harus mendorong partisipasi oleh semua pihak yang terlibat. Jika stakeholder yang terlibat dan keseluruhan anggota organisasi dalam proses perumusan target capaian terlibat, tentu kesemuanya akan merasa memiliki organisasi dan akan lebih bertanggung jawab atas hasil dan keberlanjutan capaian organisasi. Keterlibatan keseluruhan komponen secara langsung jelas sangat memungkinkan untuk pengambilan keputusan yang cepat dan efektif, sekaligus lebih transparan.

Kebersamaan mengembangkan kapasitas juga pada akhirnya akan mengevaluasi target capaian yang pernah ada pada masa sebelumnya, dan memungkinkan adanya pembangun kapasitas untuk melihat sisi mana yang membutuhkan penguatan, hal mana yang mesti diprioritaskan, dan tentunya dengan cara apa pencapaian target akan dilakukan. Oleh karena itu, pengembangan kapasitas yang tidak diawali adanya studi komprehensif tentang kebutuhan organisasi dan penilaian kondisi yang sudah ada sebelumnya, pada umumnya hanya akan membatasi pada pelatihan saja, padahal sesuai tingkatan pengembangan harus mencakup keseluruhan komponen organisasi. Perlu adanya evaluasi peningkatan kapasitas guna mengontrol akuntabilitas kinerja organisasi melalui pengukuran berdasarkan pada perubahan kinerja berbasis pengaturan kelembagaan, kepemimpinan, pengetahuan, dan akuntabilitas

 

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.